Carut
marut dikalangan masyarakat sekarang bukan lah lagi soal ekonomi, soal pendidikan
ataupun soal kesenjangan sosial antara kubu high class atau roling class namun sekarang
sudah muncul bahaya yang lebih besar dari hal-hal yang dicontohkan diatas. Bahaya
itu sekarang mampu mengancam seluruh rantai kehidupan di muka bumi ini, parah
bukan. Bahaya itu sangat dekat dengan kita semua dan sehari-hari selalu kita
lakukan tanpa pernah memikirkan apa saja hal yang akan terjadi kedepannya. Saya
takut dimasa depan nanti sudah tidak ada lagi orang atau anak muda yang
berempati dan simpati serta turut menyuarakan pergerakan tentang pelestarian lingkungan
dan bahaya jika ada pencemaran lingkungan yang sudah danger.
Sampah
adalah hal yang menyancam kehidupan manusia di era moderen ini, baik itu sampah
ornagik atau kimia serta non-organik hal ini adalah penggalan kalimat yang
menyambungkan tulisan di atas, sampah adalah momok nyata bagi kita dan
lingkungan kita bayangkan saja jika kita sendiri tidak membuang sampah pada
tempatnya apa yang terjadi dan jika ada dalam sehari seribu manusia membuang
sampah sembarangan apa yang akan terjadi pada lingkungan kita, apakah sekarang
kata-kata MANUSIA ADALAH SAHABAT BAGI ALAM itu hanya selogan untuk mereka yang
sedang berkampanye untuk hal-hal tertentu saja, kalau memang begitu sunggu
miris rasanya.
Bercerita
tentang lingkungan sudah tentu memimpikan pepohonan rindang sudah tentu pula
memikirkan dan menghayalkan kualitas oksigen yang jelas-jelas sehat dan sejuk
namun faktanya angan-angan itu sudah hancur kemakan oleh sampah-sampah yang
kita buang bukan pada tempatnya, sebenarnya kita ini manusia sampah atau
manusia yang BebasSanpah sih, coba sadari coba renungi efek dari sampah itu
sendiri,
Bagi
sebagian orang mungkin bunag sampah secuil di ruang umum itu tidak akan jadi
masalah namun perlu di titik merahkan adalah kita saja berani berbuat hal yang
seperti itu bagaimana orang lain ya sdah tentu berani juga lah bro, miris rasanya melihat sampah ada di
pinggiran kota, ada di pinggiran rumah warga dan bahkan ada disekitar tempat
beribadah atau tempat pendidikan.
Ini
yang salah tempat buang sampah yang tidak ada, atau pemerintah tidak
mensosialisasikan dampah yang di timbulkan dari sampah itu sendiri dan dapat
merugikan kita semua atau ada faktor yang mengalahkan alibi yang tadi yaitu
faktor KURANGNYA KESADARAN DIRI SENDIRI, kalau faktor ini mah saya rasa banyak
yang tidak sadar y.
Mulailah
berubah, mulailah melangkah untuk tujuan yang mulai dan mulai lah untuk
membangun kesadaran diri bahwa sampah adalah musuh kita bersama dan sampah
adalah penyakit bagi kita semua mulai sekarang kita sudah bisa berpikir cerdas
berpikir panjang dan bertingkah laku menawan dengan alam, mulailah berkasi dari
diri sendiri jadilah pahlawan lingkungan sejati agar masalah sampah bisa segera
terkurangi mari bersinergi mari buka hati untuk segera memberi bukti bahwa kita
bisa beridiri dengan jiwa sehat dengan akal yang tinggi demi terwujudnya
lingkungan yang asri dan BebasSampah.
Mari
turun dan beraksi untuk daerah bebas sampah untuk daerah yang lebih bersi,
kalau bisa bergerak bersama untuk apa ditunda lagi kalau sudah terbiasa dengan
yang nyaman mari kita lengkah lagi, lingkungan harus di jaga agar terbebas dari
bahaya lingkungan harus di rawat agar kita tetap hidup khitman.
#Inodesia
BebasSampah #Indonesia BISA #ACEH LuarBiasa #kamipunyacerita #kitabisa




