Jumat, 24 Februari 2017

BebasSampah BasmiPenyampah



Carut marut dikalangan masyarakat sekarang bukan lah lagi soal ekonomi, soal pendidikan ataupun soal kesenjangan sosial antara kubu high class atau roling class namun sekarang sudah muncul bahaya yang lebih besar dari hal-hal yang dicontohkan diatas. Bahaya itu sekarang mampu mengancam seluruh rantai kehidupan di muka bumi ini, parah bukan. Bahaya itu sangat dekat dengan kita semua dan sehari-hari selalu kita lakukan tanpa pernah memikirkan apa saja hal yang akan terjadi kedepannya. Saya takut dimasa depan nanti sudah tidak ada lagi orang atau anak muda yang berempati dan simpati serta turut menyuarakan pergerakan tentang pelestarian lingkungan dan bahaya jika ada pencemaran lingkungan yang sudah danger.
Sampah adalah hal yang menyancam kehidupan manusia di era moderen ini, baik itu sampah ornagik atau kimia serta non-organik hal ini adalah penggalan kalimat yang menyambungkan tulisan di atas, sampah adalah momok nyata bagi kita dan lingkungan kita bayangkan saja jika kita sendiri tidak membuang sampah pada tempatnya apa yang terjadi dan jika ada dalam sehari seribu manusia membuang sampah sembarangan apa yang akan terjadi pada lingkungan kita, apakah sekarang kata-kata MANUSIA ADALAH SAHABAT BAGI ALAM itu hanya selogan untuk mereka yang sedang berkampanye untuk hal-hal tertentu saja, kalau memang begitu sunggu miris rasanya.
Bercerita tentang lingkungan sudah tentu memimpikan pepohonan rindang sudah tentu pula memikirkan dan menghayalkan kualitas oksigen yang jelas-jelas sehat dan sejuk namun faktanya angan-angan itu sudah hancur kemakan oleh sampah-sampah yang kita buang bukan pada tempatnya, sebenarnya kita ini manusia sampah atau manusia yang BebasSanpah sih, coba sadari coba renungi efek dari sampah itu sendiri,
Bagi sebagian orang mungkin bunag sampah secuil di ruang umum itu tidak akan jadi masalah namun perlu di titik merahkan adalah kita saja berani berbuat hal yang seperti itu bagaimana orang lain ya sdah tentu berani juga  lah bro, miris rasanya melihat sampah ada di pinggiran kota, ada di pinggiran rumah warga dan bahkan ada disekitar tempat beribadah atau tempat pendidikan.
Ini yang salah tempat buang sampah yang tidak ada, atau pemerintah tidak mensosialisasikan dampah yang di timbulkan dari sampah itu sendiri dan dapat merugikan kita semua atau ada faktor yang mengalahkan alibi yang tadi yaitu faktor KURANGNYA KESADARAN DIRI SENDIRI, kalau faktor ini mah saya rasa banyak yang tidak sadar y.
Mulailah berubah, mulailah melangkah untuk tujuan yang mulai dan mulai lah untuk membangun kesadaran diri bahwa sampah adalah musuh kita bersama dan sampah adalah penyakit bagi kita semua mulai sekarang kita sudah bisa berpikir cerdas berpikir panjang dan bertingkah laku menawan dengan alam, mulailah berkasi dari diri sendiri jadilah pahlawan lingkungan sejati agar masalah sampah bisa segera terkurangi mari bersinergi mari buka hati untuk segera memberi bukti bahwa kita bisa beridiri dengan jiwa sehat dengan akal yang tinggi demi terwujudnya lingkungan yang asri dan BebasSampah.
Mari turun dan beraksi untuk daerah bebas sampah untuk daerah yang lebih bersi, kalau bisa bergerak bersama untuk apa ditunda lagi kalau sudah terbiasa dengan yang nyaman mari kita lengkah lagi, lingkungan harus di jaga agar terbebas dari bahaya lingkungan harus di rawat agar kita tetap hidup khitman.

#Inodesia BebasSampah #Indonesia BISA #ACEH LuarBiasa #kamipunyacerita #kitabisa

0 komentar:

Posting Komentar